Catatanku...

26 June 2007

Lest’s go to Klaten! (bag. 1)*
(Perjalanan Semarang - Klaten)


Sekaran. Tak pernah terbayang bisa pergi ke Klaten dengan acara tertentu, tapi menjadi keinginan dan yakin pasti suatu saat akan bisa keliling Jawa Tengah, melakukan perjalanan dari kota ke kota di Jawa Tengah meski tidak dilakukan secara serempak dalam satu agenda . Setelah beberapa lalu ke Blora, gagal ke Tegal dan Magelang sekarang ke Klaten harus berangkat ada acara Latihan Instruktur Madya (LIM) tgl 22-24 Juni ’07 di STAIM. Maka tanggal 21 juni 2007 hari kamis, saya berangkat ke Klaten bersama kang reynal (SekBid. Kader) dan Aniesh (Bendahara II). Kami pun sepakat kumpul seperti biasa di PW Muhammadiyah Jl. Singosari No.33, ba’da ashar.

Jam menunjukkan pukul 15.20 WIB, saya pun tiba, ternyata sudah menunggu kang reynal, aniesh belum datang masih di Pasca Sarjana UNDIP pikirku, Tapi tak begitu lama datang juga. Hari itu bapak-bapak PWM datang seperti biasa juga untuk rapat pimpinan. Kang reynal pun memberi usul gimana klau kita nanti ikut pak Marpuji (Ketua Umum PW Muhammadiyah) sampai ke Kartosuro (Surakarta) habis itu melanjutkan perjalanan naik bus menuju Klaten, paling 3000 ribu katanya. Ide bagus karena bisa hemat ! mengingat “minimnya” dana yang didapat untuk kegiatan LIM.

Kami pun menunggu sampai rapat bapak-bapak selesai, tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 18.00 WIB. Kami pun sholat magrib di Lt. II bersama, sekalian bicara sama pak Marpuji akan niatan kami, akhirnya yang diharapkan pun terkabul. Alhamdulillah, mengingat sudah jam segitu klau tak terkabul kacau mau sampai disana jam berapa dan pasti ribet naik angkutan. Huh.....capek minta ampun karena pagi sampai siangnya saya dan kang reynal masih cari dana putar-putar semarang.

Akhirnya bertolak dari PW Muhammadiyah sekitar jam 18.30, diperjalanan saya pun langsung cari posisi senyaman mungkin untuk melepas lelah dan sambil ngobrol seperlunya. Malam itu jalan rada macet masuk ke Kab. Semarang tapi meski begitu tak berapa lama lancar, dan hingga membuatku tertidur lumayan pulas. Terbangun sudah berhenti di rumah makan Boyolali (kata orang banjarnegara: “boyo kelaen”). Ini yang di tunggu-tunggu, maklum belum makan dari Semarang. He.....he..... Sambil makan biasa ngobrol sedikit tapi penting tentang datangnya Prof. Eko (mantan rektor UNDIP) untuk audiensi terkait pencalonan beliau dalam PilGub Jateng (?), sikap Muhammadiyah dalam PilGub Jawa Tengah sampai kabar-kabar seputar Parpol tertentu. Pokoknya Gitu dech....

Singkat cerita kami turun di Kartosuro pindah bus jurusan Solo-(klaten)-Yogyakarta. Hanya sebentar kami sampai di terminal.....(lupa namanya), agak bingung sebentar karena cari arah ke barat sesuai SMS doni (ini immawati lo..), akhirnya setelah tanya sana-sini kami pun jalan menuju ke barat. Lumayan JJM (Jalan-Jalan Malam), beberapa menit kami pun sampai di Masjid An-Nurr satu kompleks dengan kampus STAIM (Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah) Klaten, ternyata acara udah dibuka sejak sore (jadi malu). Disana sudah ada cak Nanto, mbak imun, mbak henis dan doni (sekali lagi..ini Immawati lho!). Ngobrol panjang lebar dengan doni, henis, aniesh tentang segala hal sampai tak terasa sudah pukul 02.30 WIB, terus istirahat dech.

Selama tiga hari dua malam itu ada beberapa hal yang buat aku tertarik. Saat makan ada nama makanan soto kering, coba banyangin aja gimana bentuknya, pasti kepikiran soto dengan kering (tempe) atau soto tidak pakai kuah. Tapi ternyata klau aku pikir seperti nasi tahu campur kayak di Kudus, Cuma bedanya kecapnya ini dikit.

Ada juga sambal.....(lupa namanya) ini klau dilihat pasti bingung karena mana sambalnya, karena lebih mirip bubur soalnya bisa pakai nasi/ bubur. Sayurnya dibuat dari tempe/ tahu yang udah busuk. Walah....mengerikan! tapi gaktahu rasanya, soalnya gak berani coba.

Pada sabtu pagi sekitar jam 05.30 WIB, saya, kang reynal dan zaman jalan-jalan melihat suasana klaten di pagi hari. Suasana yang asyik, udara yang segar dan sambil nongkrong di warung “kucingan”. Disini kami mendengarkan cerita dari “empunya” korban langsung dari tragedi Gempa Yogya-Klaten tahun lalu. Sangat memilukan keadaan klaten waktu itu, banyak rumah di Klaten yang hancur luluh lantak oleh gempa yang tidak ada satu menit itu, sudah begitu masyarakat masih jadi korban isu datangnya tsunami.

Pulang dari warung kucingan, zaman ngajak main bola. “Klau yang lain mau dan ada bolanya kenapa gak” jawabku dengan entheng. Akhirnya setelah putar-putar lama beli bola, kami pun main. Team bagi 2, team satu terdiri dari saya, Zaman, nasrul dan doni (kiper). Team kedua terdiri cak, reynal, ketua Klaten? (lupa lagi aku...) dan mbak nurul (kiper). Setelah saling serang sana-sini, tendang sana-sini, lari sini-sana, kejar bola sini-sana, skor berakhir dengan 1-6 untuk kemenangan team dua. Kalah aseemm! kipernya perlu di training lagi kyaknya!.

Hal yang menarik lagi adalah diskusi (FGD) karena memang manyoritas waktu untuk ini. Melakukan diskusi kelompok dan di presentasikan di forum. Namun beberapa catatan yang membuat “menarik” karena terdengar lucu. Gimana tidak? Salah satunya pertanyaan tentang “Apa sumbangsih Budi Utomo bagi perkembangan agraris di Indonesia?” meski terdengar kritis tapi klau paham sejarah pasti akan tau jawabannya. Ada juga atau lebih lucu lagi pertanyaan (komentar) tentang IMM, “bahwa IMM (dalam hal ini DPD JaTeng) selama ini tidak pernah melakukan targetan-targetan apa yang ingin di capai!?”. Maksudnya IMM tidak punya target apa yang ingin dicapai tahun ini, dan tahun depan ingin mencapai apa. Pingin ketawa dengarnya. Karena bukankah itu semua kita sudah bahasa di komisi A ketika MUSYDA pada tataran Jawa Tengah, komisi A ketika MUSYCAB pada tataran Kab./Kota, komisi A ketika MUSYKOM pada tataran Komisariat. Waduh perlu baca Tanfidz lagi kayaknya! ^_^ Tapi katanya orang yang gak tahu, gak akan berdosa atau salah. Bersambung...

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home