Catatanku...

24 July 2007


KNPI harus belajar dari Sejarah*



Beberapa waktu lalu Ketua Umum KNPI mendirikan partai politik baru, tentu ini langsung menyulut pro dan kontra. Bagaimana tidak KNPI adalah organisasi atau wadah kaum muda pergerakan di Indonesia baik organisasi kemasyarakatan, politik, sampai organisasi kekaryaan. KNPI pada masa lalu dibentuk pemerintah (orde baru) untuk sebagai pemersatu.dan menghimpun organisasi-organisasi kepemudaan di seluruh Indonesia. Dengan kata lain KNPI adalah organisasi kepemudaan milik pemerintah. Ini bisa kita lihat mulai dari seperti dana organisasi sampai tempat sekretariat, KNPI di fasilitasi pemerintah setempat, baik dimanapun berada dar pusat hingga kecamatan.
Karena mewadahi seluruh organisasi kepemudaan di Indonesia. Maka logis ketika di KNPI banyak kepentingan baik itu individu, organisasi, golongan bahkan sampai politik. Adanya anggapan KNPI sebagai “batu loncatan” untuk berkarier politik bisa kita ketahui karena baik alumni dan atau yang masih aktif sebagai pengurus KNPI pun banyak yang duduk di lesgislatif, eksekutif, masuk stuktur pengurus partai politik sampai menjadi pengurus organisasi “sayap” partai politik.
Meski begitu seharusnya KNPI bisa menetralisir kepentingan-kepentingan yang ada, alangkah bagus malah ketika menghimpun potensi-potensi kaum muda tersebut menjadi satu untuk kepentingan bangsa dan negara. Ikut memperbaiki kondisi bangsa yang sedang carut marut ini. Memberikan masukan, kritik yang kontruktif, sebagai kekuatan penyeimbang (power balance) pemerintah sebagai pengambil kebijakkan, mengambil peran aktif bukan parsipator. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Digunakan sebagai kendaran untuk menuju dan mewujudkan kepentingan-kepentingan pragmatis.
Wajar mungkin ketika ada selentingan bahwa KNPI sudah tidak efektif dan bisa melakukan peran-peran yang seharusnya dilakukan, maka alangkah baik di bubarkan saja. Delematiskah posisi KNPI yang notabennya wadah kaum muda Indonesia ini? Apakah memang KNPI sudah tidak bisa independen?
Bukankah dalam sejarah bangsa kita peran kaum muda mempunyai peranan penting dan itu bisa jadikan contoh bagi KNPI. Dimulai dari sebelum Indonesia merdeka, adanya Budi Utomo sebagai wadah satu-satunya kaum (inteletual) muda bangsa waktu itu, Budi Utomo mempunyai tujuan membebaskan negeri ini dari kaum kolonial sehingga Indonesia bisa medeka dan mempunyai derajat yang sama dengan bangsa yang lain. Adanya satu pemahaman dan komitmen para kaum muda dari jong java, jong celebes, jong borneo, bond ambon dan lain-lain guna memantapkan hati dan jiwa pada tahun 1928 hanya untuk Indonesia raya tercinta, yang melahirkan iklar sumpah pemuda. Itu semua bisa diwujudkan hanya dengan adanya komitmen bersama kaum muda dan meminimalisir egoisme tiap individu dan kelompok yang hanya bersifat jangka pendek dan cenderung pragmatis. Dan yang tak kalah penting adalah lebih menempatkan kepentingan bangsa dan negara diatas segalanya.
Mungkinkah kaum muda sekarang memang sangat sulit untuk meneruskan dan meniru jiwa nasionalis dan kebangsaan seperti yang dimiliki para pendahulunya, dengan kondisi seperti sekarang ini. Kita tunggu saja!

* oleh Akhirudin Subkhi
Mahasiswa Geografi FIS UNNES, DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jawa Tengah.


0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home